Kabupaten Situbondo Jawa Timur: Sejarah, Wisata, dan Budaya

Pak Budi

Sejarah Kabupaten Situbondo


Sejarah Kabupaten Situbondo

Kabupaten Situbondo memiliki sejarah panjang yang kaya akan perjuangan melawan penjajah. Pada masa penjajahan Belanda, terdapat pemberontakan besar-besaran oleh masyarakat Situbondo pada tahun 1860 yang dikenal dengan Perang Puputan Bayu. Para pahlawan seperti Dewi Sartika dan Bung Tomo juga memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan Kabupaten Situbondo. Pada masa kemerdekaan, kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang terdapat aktivitas gerakan perjuangan melawan kolonial Belanda dan telah banyak menghasilkan pejuang yang kini diabadikan sebagai simbol perjuangan.

Perkembangan Geografis

Potensi sumber daya alam Kabupaten Situbondo meliputi hutan, perkebunan, perikanan, pariwisata dan budaya yang telah mendunia. Kabupaten Situbondo yang sebagian besar wilayahnya berupa pedesaan, kini telah berkembang pesat di beberapa bidang pembangunan. Terdapat sejumlah objek wisata yang menarik di Kabupaten Situbondo seperti Pantai Pasir Putih, Goa Gong, dan Wisata Agro Tambak Daeng. Pada bidang pertanian, Kabupaten Situbondo terkenal dengan hasil produksi kopi dan lada yang berkualitas. Seiring dengan perkembangan zaman, Kabupaten Situbondo juga mengambil bagian dalam pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan melalui kesadaran masyarakatnya akan pentingnya konservasi alam dan keberlanjutan lingkungan.

Struktur Pemerintahan


Struktur Pemerintahan Kabupaten Situbondo

Kabupaten Situbondo merupakan salah satu daerah otonom di provinsi Jawa Timur. Pemerintah kabupaten ini dipimpin oleh seorang bupati yang saat ini dijabat oleh H. Dadang Wigiarto. Selain bupati, terdapat juga wakil bupati yang membantu dalam menjalankan pemerintahan kabupaten ini.

Tugas dari pemerintah kabupaten ini adalah untuk mengatur, mengelola, dan mengembangkan wilayah kabupaten Situbondo. Tidak hanya itu, pemerintah kabupaten juga bertanggung jawab dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan guna memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Untuk memudahkan pelaksanaan tugas pemerintahan kabupaten, terdapat beberapa dinas dan lembaga di bawah pemerintahan kabupaten seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, dan masih banyak lagi. Setiap dinas dan lembaga memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dalam membangun serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Situbondo.

Pembagian Wilayah Administratif

Kabupaten Situbondo terbagi menjadi 18 kecamatan dan 195 desa/kelurahan.

Pembagian wilayah administratif di kabupaten Situbondo cukup luas dan terdiri dari berbagai macam desa/kelurahan serta kecamatan yang tersebar di seluruh kabupaten. Kabupaten Situbondo terdiri dari 18 kecamatan yaitu Besuki, Bungatan, Jatibanteng, Kendit, Kraksaan, Mangaran, Mlandingan, Panarukan, Panji, Situbondo, Suboh, Sumbermalang, Sumberpucung, Tanggul, Tegaldlimo, Wido, Asembagus, dan Asembagus.

Dari 18 kecamatan tersebut, masing-masing kecamatan terdiri dari beberapa desa atau kelurahan. Saat ini, terdapat sebanyak 195 desa atau kelurahan yang terdapat di kabupaten Situbondo. Dalam pembagian ini, setiap desa/kelurahan memiliki peran penting dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Situbondo.

Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah kabupaten Situbondo memberikan perhatian khusus kepada wilayah-wilayah yang membutuhkan seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan lainnya. Pemerintah kabupaten Situbondo juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun dan merespon kebutuhan yang ada di wilayah masing-masing.

Ekonomi


Pertanian di Kabupaten Situbondo

Kabupaten Situbondo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki potensi pertanian dan perikanan yang cukup kuat. Terletak di pesisir utara Pulau Jawa, Kabupaten Situbondo memiliki kondisi alam yang sangat mendukung untuk pengembangan sektor ini.

Sektor pertanian di Kabupaten Situbondo sendiri terdiri dari berbagai jenis tanaman, seperti padi, jagung, dan sayuran. Selain itu, juga terdapat perkebunan yang menghasilkan kopi, cengkeh, dan kelapa. Sedangkan sektor perikanan, Kabupaten Situbondo memiliki hasil laut yang melimpah seperti ikan, udang, kepiting, dan lobster.

Dengan potensi yang dimiliki, sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Situbondo menjadi pilar utama dalam membangun perekonomian daerah. Produk pertanian dan perikanan dari Situbondo terkenal memiliki kualitas yang baik dan diminati oleh pasar lokal maupun nasional.

Sarana dan Prasarana

Selain sektor pertanian dan perikanan yang kuat, Kabupaten Situbondo juga memiliki sarana dan prasarana yang mendukung untuk pertumbuhan ekonomi. Beberapa di antaranya adalah:

Pelabuhan Tanah Merah Situbondo

Pelabuhan Tanah Merah
Pelabuhan ini memiliki peran penting dalam distribusi hasil pertanian dan perikanan dari Kabupaten Situbondo ke luar daerah. Terletak di Kecamatan Asembagus, pelabuhan ini mampu menampung berbagai jenis kapal, termasuk kapal besar.

Jalan Tol Bondowoso-Situbondo

Jalan Tol Bondowoso-Situbondo
Jalan tol ini menghubungkan Kabupaten Bondowoso dengan Kabupaten Situbondo melalui ruas jalan sepanjang 17 km. Selain memudahkan akses transportasi antarkabupaten, jalan tol ini juga mempercepat arus distribusi hasil pertanian dan perikanan.

Bandara Blimbingsari Banyuwangi

Bandara Blimbingsari Banyuwangi
Meskipun tidak terletak di Kabupaten Situbondo, Bandara Blimbingsari Banyuwangi memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Kabupaten Situbondo. Bandara ini memiliki jarak tempuh sekitar 50 km dari Situbondo dan dapat dijangkau dalam waktu kurang dari 1 jam dengan kendaraan. Menjadi pintu gerbang utama di wilayah timur Pulau Jawa, Bandara Blimbingsari mampu menghubungkan Kabupaten Situbondo dengan kota-kota besar di dalam dan luar negeri.

Terus Berkembang

Dengan potensi pertanian dan perikanan yang cukup kuat, serta sarana dan prasarana yang mendukung, Kabupaten Situbondo terus berkembang sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam perekonomian Jawa Timur. Pemda setempat pun terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian dan perikanan, sekaligus memperbaiki fasilitas transportasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

Budaya


Budaya Situbondo

Di Kabupaten Situbondo terdapat beragam budaya yang unik dan menarik untuk dibahas. Salah satu budaya yang dapat dilihat adalah wayang kulit. Wayang kulit adalah seni tradisional yang masih dipertahankan dan dikembangkan oleh masyarakat Situbondo. Seni ini diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Situbondo. Selain wayang kulit, masyarakat Situbondo juga memiliki seni tari yang disebut dengan tari remo. Tarian ini memadukan gerakan dengan nyanyian dan alat musik tradisional seperti kendang dan gong. Tarian ini biasanya ditampilkan pada acara-acara perayaan budaya seperti pernikahan, pesta rakyat dan upacara adat.

Selain itu, ada pula Keraton Panjang dan Giri yang merupakan bekas pusat Kerajaan Blambangan yang terletak di Situbondo. Keraton ini memiliki arsitektur yang khas dan menjadi bukti sejarah kejayaan kerajaan Blambangan di masa lalu. Di keraton ini terdapat beberapa peninggalan bersejarah, seperti Patung Dewa Wisnu yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit dan Kain Sasawahan Kerajaan Yogyakarta.

Dengan berbagai macam budaya yang dimiliki, Situbondo menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi dan belajar tentang kebudayaan masyarakatnya.

Pariwisata


Kabupaten Situbondo juga memiliki objek wisata alam yang menarik, seperti Pantai Watu Karung dan Taman Nasional Baluran.

Pantai Watu Karung adalah pantai yang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Pantai ini terletak di Desa Kelurahan Candikusuma, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo. Keindahan pantai ini terletak pada batu karang yang berada dipantainya dan ombak yang tinggi yang membuat pantai ini digemari oleh para peselancar. Selain itu, pantai Watu Karung juga memiliki keindahan sunset yang memukau.

Tidak hanya Pantai Watu Karung, Kabupaten Situbondo juga memiliki Taman Nasional Baluran yang merupakan salah satu objek wisata alam unggulan di Jawa Timur. Taman Nasional Baluran memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang sangat tinggi, seperti banteng, kerbau, rusa, dan berbagai jenis burung. Selain itu, di Taman Nasional Baluran ini juga terdapat banyak wisata alam lainnya seperti hutan bakau, savana, dan air terjun.

Berbagai macam wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Situbondo membuat daerah ini menjadi tujuan liburan yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain keindahan alam, wisatawan juga dapat mempelajari kebudayaan dan sejarah daerah yang sangat kaya di Situbondo.

Pendidikan


Pendidikan di Kabupaten Situbondo

Kabupaten Situbondo memiliki sarana pendidikan yang cukup lengkap, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Terdapat 379 SD, 54 SMP, 22 SMA/SMK, dan 3 perguruan tinggi di Kabupaten Situbondo. Dalam bidang pendidikan tinggi, terdapat Universitas Nahdlatul Ulama Situbondo (UNUSIA), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama (STIENU), dan Akademi Keperawatan Nahdlatul Ulama (AKNU) Situbondo.

Pengembangan SDM

Pemerintah Kabupaten Situbondo juga aktif dalam mengembangkan sumber daya manusia dengan memberikan beasiswa dan pelatihan. Melalui program Beasiswa Unggulan dan Beasiswa Disabilitas, para siswa berprestasi dan penyandang disabilitas dapat menerima beasiswa tanpa ribet. Selain itu, Program Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat juga dilakukan untuk memberikan pelatihan pada masyarakat dalam bidang teknologi informasi, panduan pengembangan usaha, dan program wirausaha.

Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter juga menjadi fokus utama dalam pendidikan di Kabupaten Situbondo. Dalam program pendidikan karakter, siswa diajarkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, kerja sama, kepercayaan, integritas, dan tanggung jawab. Diharapkan, program ini dapat membentuk karakter seluruh warga kabupaten Situbondo menjadi manusia yang berkualitas dalam beragam situasi.

Membangun Sekolah Ramah Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Situbondo juga turut serta dalam program perlindungan lingkungan. Salah satunya ialah dengan membangun sekolah ramah lingkungan. Sekolah-sekolah ini diberikan bantuan berupa sarana toilet sehat, sistem penampungan air hujan, hingga fasilitas listrik ramah lingkungan. Dilengkapi program pengelolaan sampah yang baik, siswa diajarkan tentang pentingnya menjaga lingkungan serta terus melestarikan keanekaragaman hayati.

Teknologi Pendidikan

Di era digital seperti saat ini, teknologi pendidikan menjadi solusi bagi siswa yang tidak memiliki akses ke sekolah. Program Rumah Belajar, situs belajar daring Kemendikbud, membantu siswa yang kesulitan akses pendidikan. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidik di Kabupaten Situbondo juga dilatih untuk menggunakan teknologi pembelajaran dan menerapkannya di kelas.

Kesehatan


Kesehatan

Kabupaten Situbondo memiliki beberapa rumah sakit dan puskesmas yang menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat. Beberapa rumah sakit di Situbondo antara lain adalah RSUD dr. Abdoel Moeloek, RSU Bhayangkara, RSIA Selamat Pagi, RS Kustati, dan RSU Banyuwangi. Sedangkan untuk puskesmas terdapat 54 di Kabupaten Situbondo.

Program Kesehatan Gratis

Program Kesehatan Gratis (Pokkesmas) adalah sebuah program kesehatan rakyat yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo kepada masyarakat kurang mampu. Program ini memberikan akses gratis ke dokter, obat-obatan, dan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Selain itu, program ini juga memberikan bantuan biaya transportasi untuk pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit atau klinik lain yang memerlukan biaya transportasi.

Program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang sulit mendapatkan akses kesehatan dan perawatan medis. Terlebih di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, Pokkesmas dapat membantu masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan walaupun situasi keuangan sedang sulit.

Dalam menjalankan program ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo telah menyiapkan sejumlah unit Pokkesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo. Masyarakat yang ingin mendaftar sebagai peserta program ini dapat datang langsung ke unit Pokkesmas terdekat untuk melakukan pendaftaran.

Secara keseluruhan, program kesehatan gratis ini merupakan upaya yang baik dan positif dari Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam memberikan akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Diharapkan dengan adanya program ini, masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan perawatan dan pengobatan yang diperlukan tanpa khawatir terkendala oleh biaya yang besar.

Keamanan dan Ketertiban


Keamanan dan Ketertiban di Situbondo

Kabupaten Situbondo memiliki ketertiban dan keamanan yang cukup stabil, baik dari segi keamanan fisik maupun cyber. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya angka kriminalitas di wilayah Situbondo.

Keamanan tersebut tak lepas dari peran aparat keamanan seperti Kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya.

Kepolisian

Polres Situbondo merupakan kepolisian yang bertanggung jawab dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di kawasan Situbondo. Polres ini aktif melakukan patroli rutin di wilayah kecamatan setiap harinya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, terutama pada saat malam dan menjelang subuh sebagai waktu rawan. Selain itu, polisi juga membentuk berbagai program untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan, seperti penyuluhan tentang keamanan lingkungan, kerja sama dengan masyarakat melalui kegiatan siskamling, dan lain-lain.

Pos Satgas Keamanan dan Ketertiban Kampung Nusantara

Pos Satgas Keamanan dan Ketertiban Kampung Nusantara merupakan satu-satunya pos kamling paling barat di Kabupaten Situbondo. Pos ini berada di Kampung Nusantara, Kelurahan Kraton, Kecamatan Situbondo. Dipimpin oleh Pak Hasan, pos ini aktif melakukan patroli setiap malam dan menjelang subuh untuk menjaga keamanan kampung dan lingkungannya.

Kreativitas Masyarakat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban

Masyarakat Situbondo memiliki kreativitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Contohnya, di Desa Jatisari, Kecamatan Besuki terdapat Festival Ngunut yang diperingati setiap tanggal 1 Suro dalam kalender Jawa. Festival ini diadakan sebagai bentuk ungkapan syukur dan ritual dalam menjaga selalu aman dan tentramnya desa Jatisari. Adapun dalam festival tersebut diadakan berbagai atraksi, mulai dari tari-tarian, musik tradisional, hingga lomba-lomba unik yang menghibur.

Teknologi CCTV

Selain dengan patroli dan sistem keamanan manual, Kabupaten Situbondo juga menggunakan teknologi CCTV untuk menjaga keamanan. CCTV terpasang di sejumlah titik penting, seperti di depan kantor pemerintahan, pusat keramaian, dan institusi pendidikan. Teknologi ini sangat membantu peran kepolisian dalam memantau keamanan di wilayah kabupaten Situbondo yang luas.

Pengamanan Lingkungan Sekolah

Kabupaten Situbondo memiliki program pengamanan lingkungan sekolah guna menjaga keamanan dan ketertiban di institusi pendidikan. Program ini dilakukan oleh instansi pemerintah terkait, seperti Kepolisian, TNI, dan Satpol PP bekerjasama dengan para guru dan siswa. Dalam program ini, para siswa akan dilatih dalam memahami situasi dan kondisi yang dapat membahayakan, serta dilatih pula dalam memahami tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam situasi darurat.

Kerja Sama antara Instansi Pemerintahan

Instansi-instansi pemerintahan seperti aparat keamanan, Dinas Sosial, Satpol-PP, dan instansi terkait lainnya kerap bekerjasama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Situbondo. Ini terlihat dari seringnya mereka mengadakan rapat koordinasi dan program-program yang dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban.

Also Read

Tags